Tuna Daksa atau cacat fisik menurut Wikipedia Tunadaksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuro-muskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit atau akibat kecelakaan, termasuk celebral palsy, amputasi, polio, dan lumpuh. Tingkat gangguan pada tunadaksa adalah ringan yaitu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik tetap masih dapat ditingkatkan melalui terapi, sedang yaitu memilki keterbatasan motorik dan mengalami gangguan koordinasi sensorik, berat yaitu memiliki keterbatasan total dalam gerakan fisik dan tidak mampu mengontrol gerakan fisik.
seseorang yang menderita tuna daksa biasa nya cenderung minder dan tidak percaya diri akan kemampuan nya dan potensi yang ada dalam diri nya dan dapat mereka gali seperti yang terjadi pada negara maju penyandang tuna daksa dapat mengembang kan diri mereka di dunia olahraga seperti berlari , lompat tinggi , renang dan olahraga berat lain nya dengan keterbatasan nya mereka bisa mejadi juara olimpiade olah raga dunia. banyak contoh lain nya si daerah jawa ada seseorang kakek tua yang mengalami cacat fisik pekerjaan nya sehari berjualan sapu keliling dengan keterbatasan kaki nya yang tidak sempurna kakek itu pantang untuk mengemis. sangat ironis jika kita melihat pengemis yang mempunyai tubuh yang normal dan sempurna rela menjatuhkan harga diri dan berrmalas malasan dengan cara mengemis padahal masih banyak pekerjaan yang halal yang bisa mereka lakukan harus nya mereka malu dengan orang yang menderita cacat fisik tapi anti untuk mengemis. mereka mencari degan kemampuan mereka meskipun kurang sempurna. sebagai seseorang yang memiliki tubuh yang sempurna harus nya kita banyak bersyukur denga karunia Tuhan. jadikan mereka sebagai motivasi kita untuk berkreasi dan untuk lebih maju. mereka bisa kita harus lebih bisa.