Akulturasi
Akulturasi
merupakan proses sosial yang timbul bila
suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan
unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur
kebudayan asing itu lambat laun dapat diterima dan diolah ke dalam kebudayaan
sendiri tanpa menyebabkan hilangnnya kebudayaan itu sendiri.
Relasi Internalkultural
Relasi Internalkultural (komunikasi
budaya) dinyatakan bahwa komunikasi antar budaya terjadi apabila sebuah pesan (message) yang
harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi
anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter, 1994, p. 19).
Definisi lain
diberikan oleh Liliweri bahwa proses komunikasi antar budaya merupakan
interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa
orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Komunikasi
antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki
kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan
dari semua perbedaan ini. Menurut Stewart L. Tubbs,komunikasi antarbudaya
adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras,
etnik, atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).Kebudayaan adalah cara hidup
yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari
generasi ke generasi.
Hamid Mowlana
menyebutkan komunikasi antarbudaya sebagai human flow across national
boundaries. Misalnya; dalam keterlibatan suatu konfrensi internasional dimana
bangsa-bangsa dari berbagai negara berkumpul dan berkomunikasi satu sama lain.Sedangkan
Fred E. Jandt mengartikan komunikasi antarbudaya sebagai interaksi tatap muka
di antara orang-orang yang berbeda budayanya.
Guo-Ming Chen dan
William J. Sartosa mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya adalah proses
negosiasi atau pertukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan
membatasi mereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok.Selanjutnya komunikasi
antarbudaya itu dilakukan.
Dengan negosiasi
untuk melibatkan manusia di dalam pertemuan antarbudaya yang membahas satu tema
(penyampaian tema melalui simbol) yang sedang dipertentangkan. Simbol tidak
sendirinya mempunyai makna tetapi dia dapat berarti ke dalam satu konteks dan
makna-makna itu dinegosiasikan atau diperjuangkan
Melalui pertukaran
sistem simbol yang tergantung daripersetujuan antarsubjek yang terlibat dalam
komunikasi, sebuah keputusan dibuat untuk berpartisipasi dalam proses pemberian
makna yang sama. Sebagai pembimbing perilaku budaya yang tidak terprogram namun
bermanfaat karena mempunyai pengaruh terhadap perilaku kita.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar